IMG-20251203-WA0000(2)

Pemkab Barito Utara Mantapkan Pembangunan Jembatan Strategis, Wujudkan Akses Wilayah Tanpa Hambatan

Dilihat : 499

 

 

Muara Teweh, – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) terus mengambil langkah progresif dalam pembangunan infrastruktur dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp730 miliar untuk penyelesaian tiga jembatan yang membentang di Sungai Barito. Proyek ini dipandang sebagai kunci terbukanya akses transportasi darat yang selama ini menjadi kendala utama bagi masyarakat pedalaman.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, mengungkapkan komitmen tersebut saat kunjungan kerja ke Lampeong, Kecamatan Gunung Purei, Senin (1/12/2025), didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan. Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan prioritas pembangunan daerah.

“Tiga jembatan ini menjadi perhatian utama kita. Jembatan Tumpung Laung–Sikan dilanjutkan, Jembatan Lemo juga tetap berlanjut dan kini sedang dievaluasi oleh BPK-RI,” ucap Shalahuddin.

Selama ini, sejumlah wilayah di Barito Utara masih mengalami keterbatasan mobilitas karena tidak tersedianya akses penghubung yang memadai. Masyarakat terpaksa menempuh jalur yang panjang dan berbiaya tinggi, terutama ketika harus beraktivitas ke pusat kota atau membawa komoditas hasil usaha.

Dengan terselesaikannya proyek jembatan, pemerintah meyakini akan terjadi lonjakan aktivitas ekonomi yang signifikan. Jalur distribusi transportasi akan semakin lancar, biaya operasional logistik turun, dan produktivitas pelaku usaha meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Lebih dari sekadar fasilitas transportasi, pembangunan jembatan juga menjadi fondasi penguatan layanan publik. Akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pelayanan administrasi pemerintahan dipastikan akan lebih mudah dijangkau tanpa hambatan cuaca maupun jarak.

Bupati menegaskan bahwa seluruh tahapan proyek akan dilakukan secara transparan dan profesional. Evaluasi dari BPK-RI terhadap Jembatan Lemo menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan serta penggunaan anggaran yang akuntabel.

“Kelancaran infrastruktur adalah prioritas utama kami dalam periode pemerintahan 2025–2030 untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Shalahuddin.(Dr)

Archives