IMG-20251206-WA0015

Dampak Sosial Ekonomi Konservasi, Pusat Suaka Owa Siap Ciptakan Peluang Baru Bagi Warga

Dilihat : 491

 

 

Muara Teweh,  — Peresmian Pusat Suaka Owa oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raja Juli Antoni di Desa Pararawen tidak hanya membawa harapan bagi pelestarian satwa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Acara peresmian dimulai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan pejabat daerah dan tim Yayasan Kalaweit Indonesia. Rombongan kemudian meninjau fasilitas rehabilitasi satwa serta berdiskusi mengenai pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi.

Pusat suaka ini diharapkan menjadi motor ekonomi hijau seperti ekowisata terbatas, edukasi lingkungan, dan pelatihan usaha berbasis hasil hutan non-kayu. Pemerintah menilai konservasi harus menghasilkan kesejahteraan nyata.

Dalam pidatonya, Menteri Raja Juli Antoni menegaskan bahwa konservasi berbasis masyarakat adalah model masa depan. Menurutnya, masyarakat harus menjadi aktor utama pelestarian hutan.

“Konservasi akan berhasil jika memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Ketua Yayasan Kalaweit Indonesia, Chanee Kalaweit, menyatakan siap memperkuat kerja sama program pendampingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah menjadi inti keberhasilan.

Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan menyebut bahwa pemerintah daerah telah merencanakan integrasi konservasi dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Pelestarian hutan disebutnya sebagai investasi jangka panjang.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan tracking dan dialog bersama tenaga lapangan. Pemerintah berharap pusat suaka menciptakan keseimbangan antara ekologis dan sosial ekonomi.(Dr)

Archives